CCI

Commodity Channel Index atau yang biasa disingkat CCI adalah sebuah oscillator yang aslinya dikembangkan oleh Donald Lambert dan masuk kedalam bukunya dengan judul Commodities Channel Index: Tools for Trading Cyclical Trends. Sejak dikenalkan, indikator ini telah mendapatkan popularitas dan saat ini adalah alat analisa teknikal umum yang digunakan trader dan investor untuk mengidentifikasi tren siklus, bukan hanya untuk komoditi tetapi juga saham dan mata uang.
Definisi CCI
Seperti banyak oscillator lainnya, CCI dikembangkan untuk mengetahui tingkat overbought dan oversold. CCI melakukan ini dengan mengukur hubungan antara harga dan sebuah moving average (MA), atau secara lebih spesifik, adalah deviasi normal dari rata-rata tersebut. Rumus CCI dibawah ini akan mengilustrasikan bagaimana pengukuran hal tersebut.
Gambar Rumus CCI

Asumsi yang mendasari indikator ini adalah bahwa komoditi (saham dan mata uang juga) bergerak dalam sebuah siklus, dengan harga tertinggi dan terendah terjadi pada sebuah interval waktu. 

Salah satu yang terpenting dalam mengukur CCI adalah menentukan interval waktu, dimana memainkan peranan penting dalam mempertajam keakuratan CCI. Karena tujuannya adalah memprediksi sebuah siklus dengan menggunakan moving averages, semakin banyak jumlah periode moving average yang masuk kedalam siklus, semakin akurat rata-rata tersebut. Ini juga berlaku dibanyak oscillator lainnya. Jadi, walaupun banyak orang yang menggunakan setting-an dasar dengan periode 20 untuk perhitungan CCI, sebuah interval waktu yang lebih akaurat akan mengurangi jumlah false signal yang mungkin terjadi.

Gambar CCI 1

Berikut ini adalah beberapa langkah sederhana yang bisa menentukan interval optimal untuk perhitungannya:
  1. Buka grafik harian untuk jangka waktu satu tahun
  2. Tentukan dua harga tertinggi dan dua harga terendah pada grafik tersebut
  3. Catat interval waktu antara dua harga tertinggi dan terendah tersebut (panjang siklus).
  4. Bagi interval waktu tersebut dengan tiga untuk mendapatkan interval waktu yang optimal untuk digunakan dalam perhitungan (sepertiga dari siklus).
Namun anda tidak perlu bingung-bingung untuk menghitungnya secara manual karena CCI adalah sebuah indikator yang hampir tersedia disemua program aplikasi grafik. Mayoritas program-program ini hanya meminta anda untuk memasukkan interval waktu yang akan digunakan. 

Aplikasi CCI

CCI ini sebenarnya serupa dengan oscillator lainnya, dan digunakan juga dengan cara yang sama. Karena sekitar 70% – 80% pergerakan CCI berada diantara +100 dan -100, maka level diluar kisaran tersebut menjadi fokus sinyal buy dan sell.
Potensi Sinyal Sell
  1. CCI naik melewati level 100 dan mulai mengarah kebawah
  2. Adanya divergence bearis antara CCI dan pergerakan harga, yang dikarakteristikan dengan adanya penurunan pada CCI sedangkan harga terus bergerak naik atau sideways.
Gambar CCI 2

Potensi Sinyal Buy
  1. CCI turun melewati level -100 dan mulai mengarah keatas
  2. Adanya bullish divergence dimana CCI bergerak naik sedangkan harga malah bergerak turun atau sideway.
Gambar CCI 3

CCI yang menggunakan periode waktu yang lebih singkat akan memiliki volatilitas yang lebih tinggi dan bisa menghasilkan lebih sering false signal dalam pengaplikasiannya. Indikator ini bisa digunakan untuk mengidentifikasi pembalikan arah harga, pergerakan yang ekstrim dan kekuatan trend.
Bukan hanya itu, CCI juga bisa membentuk formasi trend dan hal ini bisa dimanfaatkan untuk melihat arah pergerakan pasar yag lebih panjang.
Gambar CCI 4